Menikah = Tujuan Akhir? (Is Marriage a Goal?)

Wednesday, 19 February 2020

Hari ini, saya mau sedikit menuangkan isi hati. Ketika banyak orang yang selalu menanyakan "Kok belum nikah? Kamu udah mau seperempat abad loh". Banyak kata kata usil yang mungkin tidak jarang kita semua dengar. Banyak yang menanamkan di mindset kita bahwa setelah sudah lulus sekolah, bekerja, target selanjutnya adalah menikah.
Today i want to share some of my heart content. When usually people always ask "Why you have not married yet? You already reached 25!". There is so many nosy people who always talk like that. There is some mindsets that when we already graduated, have a settle job, and next our target is marriage.

Pernahkah kita merenungkan, dan menelaah, apakah memang goals hidup adalah menikah? Apakah dengan menuju pernikahan, semua permasalahan akan terangkat? Bukankah itu merupakan awal dari tanggung jawab baru yang akan diemban oleh kita semua? Menikah, menyatukan dua manusia yang biasa hidup terpisah menjadi satu, siap untuk mengasuh dan membesarkan makhluk titipan Allah yaitu "anak", yang harus bisa kita didik dengan baik, besarkan dengan kasih sayang dan kualitas terbaik.
Have you ever in a deep thought, is our goal a marriage? If when we goes with marriage, all our problem will be solved? Is that a new responsibility which carried by us? Marriage is connected two people who usually live separated into one environment, ready to take care of a child who we must teach and discipline well, with all our love and with best quality.

Banyak sekali kasus kawin-cerai, anak yang ditelantarkan, anak anak yang kurang kasih sayang. Pernahkah kita pahami, mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah karena trend? Menurut saya pribadi, hal ini adalah karena awalnya pernikahan tersebut tidak didasari dengan persiapan, baik dari mental, hati, dan iman. 
Many divorced cases, abandoned children, children who lacked of affection. Have you ever thought, why this can be happened? Is it a trend? In my personal opinion, this is because the start of marriafe itself doesn't have a good foundation, as in our mental, heart, and faith.

Mengapa kesiapan mental? Tentu setelah kita memulai awal yang baru, banyak hal yang harus kita adaptasikan dalam kehidupan. Bangun tidur melihat wajah suami kita, mulai kebiasaan yang baru, mempersiapkan diri untuk mendengarkan keluh kesah pasangan. Ketika sudah mempunyai anak, masalah lain pun muncul. Kenakalan anak, bagaimana mendidiknya, biaya ekstra yang harus dicari.
Why mental preparation? Of course when we off to a new start, many things we must adapted in our life. Wake up with someone else in our bed, start a new habit, prepare to listen to our partner's problems. When we have child, there is a new problem arise. Naughty kid, and how to educate them. And of course another extra spendings.

Hati dan iman? Itu adalah duo yang sangat berpengaruh tentunya. Jika kita tidak dimulai dengan hati yang ikhlas dan juga iman kepada Tuhan, apakah semua dapat berjalan lancar? Apakah kita bisa berserah ke orang lain selain Tuhan ketika banyaknya badai yang ada? Tuhanlah satu satunya tempat kita bersandar ketika kita sedang dalam fase bimbang di ujung tanduk pernikahan. 
Heart and faith? It is a duo which have a great effect. If we don't start with a sincere heart and our faith to God, is everything smoothly done? Can we surrender to other else than God when there are many storms in our life? God is the only one who we can lean when we in an uncertainty.

Back to topic, ayo teman teman millenials, jangan hanya dengarkan keluarga, tante, om, maupun siapapun untuk hidupmu. Menikahlah ketika sudah yakin dan siap dengan pasangan anda. Tetapi jangan pernah bersedih dan berkecil hati jika anda masih belum bisa melabuhkan diri ke pernikahan. Hidupmu hanyalah satu kali, dan hidup adalah pilihan. Bahagia adalah tujuan hidup kita, bukan sekedar materi, maupun pujian. Untuk apalah semua itu jika hati dan kedamaian bukanlah hal yang kita punya. Toh, belum tentu tante, om, bibi, dan siapapun yang selalu menyuruh anda menikah itu bahagia dengan pernikahan mereka. Our life, our way. Don't always going on with the stream, try to go your way.
Back to our topic, come on friends, don't only listen to our family, to our acquaintance. You can get married when you ready with your partner. Never feel sad and little when you have not decided to get married to someone. Life is only once, and life is our choice. Happy is our only goal, not only about money or praise. Not all people who ask you to get married is happy with their marriage life. Our life, our way.
=================================Fel's=======================================

No comments:

Post a Comment

 
Blog of Felicia Yuliana Halim