Awal Pertemuan, Penyatuan, dan Perpisahan

Saturday, 14 March 2020

Dalam kehidupan kita selalu mengenal 3 fase utama. Pertemuan, penyatuan, dan perpisahan. 3 Fase yang memiliki dua jenis perasaan berbeda yang sangat bertolak belakang. Kebahagiaan, dan juga kesedihan. Tetapi semua fase tersebut memiliki persamaan yang ada, yaitu tetesan air mata.

Awal pertemuan, merupakan fase yang sangat bahagia dan tentu dinantikan. Kelahiran merupakan awal pertemuan yang sangat dinantikan. Penantian yang berbuah manis keindahan. Tetes air mata bahagia dari seorang ibu dan ayah yang bertemu dengan anaknya setelah 9 bulan 10 hari. Penantian setelah masing masing mendapatkan anugrah dari Tuhan untuk dipercayai memelihara makhluk mungil yang tidak berdosa. Kebahagiaan yang berlimpah ruah dari keluarga untuk menyambut manusia baru yang akan dilimpahi dengan kasih sayang.

Penyatuan, fase ketika dua insan menyatukan diri dalam sebuah ikatan indah nan sakral bernama pernikahan. Ketika dua insan yang saling mencintai akhirnya bersatu, bukan lagi dua melainkan satu. Momen keindahan berupa dua pribadi yang berbeda, dua pemikiran yang berbeda, dua kebiasaan yang berbeda. Momen ketika keegoisan masing masing menemukan titik tengahnya. Tetes air mata selalu menyertai momen indah ini. Tetes air mata kebahagiaan dari dua insan yang akhirnya memulai tahapan baru dalam kehidupan mereka. Tetes air mata kebahagiaan ayah dan ibu yang melepas anaknya untuk memulai hidup berkeluarga. Tetes air mata terimakasih anak yang sudah dibesarkan oleh orangtuanya dan siap memulai lembaran kehidupan baru dengan pasangannya.

Fase terakhir adalah perpisahan, perpisahan memang suatu hal yang sangat membuat hati sedih dan terluka. Perpisahan yang terberat adalah perpisahan abadi. Memang setiap perpisahan membuat hati kita meraung sedih. Tetapi perpisahan dua hati yang masih berada di suatu dunia menandakan bahwa kita sama sama tidak bisa menekan egoisme kita dan berpisah jalan. Perpisahan terberat adalah dengan adanya kematian. Perpisahan orangtua dengan anak, perpisahan suami dan istri, perpisahan adik kakak, perpisahan sahabat sejati. Perpisahan yang menandakan kita tidak berada di suatu elemen yang sama lagi. Perpisahan yang tidak bisa kita melihat perkembangan dia di sosial media, dan suatu saat jika rindu bisa kita hubungi. Tetes air mata yang merupakan kesedihan dari masing masing individu yang ditinggalkan. Tetapi seyogyanya kita tidak berlarut dalam kesedihan, karena tentu orang yang kita sayangi tersebut sudah lebih kekal abadi di sisi Tuhan kita. Doakan dia, agar selalu bahagia di kekekalan yang abadi tersebut. Jika rindu memang wajar, sekiranya ketika kita sudah ikhlas, kita bisa menggantikan tetes air mata kesedihan dengan tetes mata kebahagiaan karena dia sudah bahagia juga di alam yang lain.

=====================================Fel's=======================================

No comments:

Post a Comment

 
Blog of Felicia Yuliana Halim