Body Positivity x Kriteria Wanita Idaman (The viral ones)

Wednesday, 11 March 2020

Belakangan ini sedang viral mengenai body positivity dan juga kriteria wanita idaman di sosial media. Mengenai body positivity dimulai dengan semakin banyaknya influencer yang mengangkat isu ini dan juga unggahan Tara Basro di sosial medianya dengan mengekspos foto yang disebut Menkominfo sebagai unggahan yang melanggar UU ITE. Kemudian mengenai kriteria wanita idaman juga sedang viral di sosial media dimulai dari unggahan di twitter yang diangkat dalam rangka hari perempuan. Sebenarnya kedua hal ini berkaitan kalau menurut pendapat personal saya.

Body positivity memiliki banyak persepsi dan juga versi mengenai hal ini. Ada yang menganggap body positivity sebagai hal yang harus dicapai untuk mencapai body goals atau bentuk tubuh yang ideal dengan mengaplikasikan berbagai diet, olahraga, bahkan sampai edit foto sehingga dianggap oleh masyarakat sebagai bentuk tubuh yang positif. Tentu hal ini merupakan hal yang salah. Ini dimulai dari berbagai stigma di masyarakat dan juga pemilihan artis dan model yang menggambarkan bahwa tubuh yang positif dan indah harus memiliki tubuh semampai, langsing, dan putih.

Belakangan ini semakin banyak aktifis yang memulai untuk mengkampanyekan mengenai body positivity yang sesungguhnya. Apasih dari tadi disebut body positivity? Kampanye ini dimulai dengan semakin banyaknya body shaming dan juga kerendahan diri orang yang tidak memiliki bentuk tubuh yang "ideal" seperti di televisi. Body positivity ini sendiri adalah hal yang seharusnya membuat kita semakin percaya diri dengan diri kita terlepas dari warna kulit, berat badan, tinggi badan, dan hal hal yang dipercaya merupakan bentuk ideal. 

Terlepas dari apa yang kita pikirkan ingin kita tampilkan kepada orang lain, seharusnya lebih kepada hal yang kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri. Jika ingin melakukan diet, olahraga, perawatan kecantikan, hendaklah yang kita lakukan tersebut adalah untuk kebahagiaan pribadi dan meningkatkan penghargaan kita terhadap diri sendiri, bukan sekedar hanya ingin dilihat oleh orang lain. Jika melakukan hal tersebut untuk kebahagiaan diri sendiri, tentu kita tidak akan dibuat stress. Jangan langsung depresi ketika kita melihat timbangan bergeser satu angka karena memakan hal yang kita sukai. Mulailah olahraga dengan pemikiran kita akan merasa lebih fresh dan fit, dan bisa memakai baju cantik yang kita sukai. Bukan olahraga untuk bisa dilihat oleh orang lain sebagai orang yang sexy dan cantik. 

Hal ini berkaitan menurut saya mengenai kriteria wanita idaman yang selama ini beredar. Wanita tidak boleh makan banyak, nanti kamu gendut. Wanita jangan terlalu kurus, gak sedap dipandang mata juga. Wanita harus makeup agar bisa tampil cantik. Wanita yang cantik adalah yang natural tanpa makeup. Wanita harus pintar agar menarik. Jadi wanita jangan lebih pintar dari pria, nanti pada takut. Wanita harus berpakaian sexy biar menarik lawan jenis. Wanita harus berpakaian tertutup, jangan sampai dilihat oleh orang yang bukan suamimu.

Kalau kita mendengarkan kata orang, tidak ada habisnya. Semua berkata sesuai dengan pemikiran pribadi mereka sendiri. Apakah orang yang berkata seperti itu adalah orang yang sempurna? Jangan biarkan perkataan seperti itu merusak pemikiranmu sendiri. Makanlah jika itu hal yang bisa membuat kamu bahagia dan enak, jangan dimakan jika itu membuat kamu menderita. Makeuplah jika itu bisa membuat kamu bahagia dan percaya diri dengan dirimu sendiri. Jangan makeup jika kamu tidak suka ada benda aneh di wajahmu dan kamu sudah puas dengan wajah naturalmu. Jadilah orang yang pintar untuk bisa mengajarkan anakmu hal yang baik. Jangan minder jika kamu tidak merasa pintar, karena orang punya kepandaian di masing masing bidang. Berpakaianlah sesuai yang kamu inginkan, tanpa harus memikirkan pendapat orang lain. Jika menurut kamu, kamu adalah pribadi yang cantik, That's it. Jangan dengarkan apa kata orang, karena itu hal yang tidak ada habisnya.

======================================Fel's==========================================

No comments:

Post a Comment

 
Blog of Felicia Yuliana Halim