28 Januari 2021
Tangerang
Cukup aneh kombinasi di judul ya? Kayu manis, dan mie instan. Apa itu sih maksudnya?
Untuk yang mengenal saya, tentu tahu betapa clumsy nya diri saya. Dan seringkali terkena masalah karena sikap ceroboh. Ya saya akui, dan entah kenapa hari ini saya ingin makan mie instan. Indomie kari ayam dengan telur rebus. Wah, terdengar sangat menarik, bukan? Apalagi dengan tambahan cabai iris dan bubuk cabai. Hem, apakah sudah mulai mencari stok mie instan d rumah?
Di rumah saya, cabai kering dan berbagai bumbu tabur dicoba untuk dibuat sendiri. Cabai, kunyit, bawang, kayu manis, lada, dan yang lainnya. Dan ini momen lucunya, ketika saya ingin menuangkan bubuk cabai, saya mengambil begitu saja bubuk yang memiliki tutup berwarna merah (semua wadah bumbu saya seperti itu). Saya tuangkan ke mangkok mie instan saya yang masih mengepul dan wangi. Kemudian karena suka pedas, maka saya tuangkan sebanyak mungkin. Lalu, setelah dia bersatu dengan uap, LOH KOK? Wangi kayu manis dong! Saya kemudian menyadari yang saya tuangkan adalah bubuk kayu manis. Tapi, saya sangat tidak suka membuang makanan, selama saya masih bisa makan (makanya gembul). Kemudian saya tetap aduk, dan ke meja makan untuk mencoba mie itu.
Voila! Ternyata, rasanya oke. Hehe. Jadi kemudian saya lanjutkan memakan. Kapan lagi makan mie kari ayam dengan bubuk kayu manis kalau tidak sengaja? Tidak akan terpikirkan dalam kondisi normal kan? Jadi saya bersyukur saja walaupun terkadang karena sikap ceroboh, atau kadang dalam kehidupan, saya mengalami hal hal yang di luar rencana. Atau bahkan menghadapi hal yang tidak terpikirkan. Banyak hal yang bisa dialami ketika diluar rencana dan jika diambil hikmahnya dengan positif, ya sebagai pengalaman. Kapan lagi kamu akan mencoba menaburkan bubuk itu kalau kamu mau makan mie instan? Setiap hal yang dijalani, momen indah maupun momen buruk, itu akan selalu menjadi kenangan indah yang bisa diceritakan ketika kita sudah dalam kondisi ikhlas.
Momen buruk itu terkadang menjadi goretan pengalaman yang bisa jadi pembelajaran. Jatuh dari motor saat Live in di desa dan kaki terkena knalpot? Itu menjadi berkesan karena menjadi memori yang ada pada saat saya SMA. Tangan terkena Herpes ataupun terkena minyak? Menjadi sebuah pengalaman ketika mungkin ada yang mengalami, atau amit amit terkena lagi, sehingga menjadi lebih tau cara menanganinya. Patah hati dengan berbagai karakter orang? Jadi bisa mengetahui berbagai jenis manusia yang mungkin tidak kita tahu sebelumnya. Dan berbagai pengalaman saya yang tidak mengenakkan lainnya, yang kemudian membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat. Dan saya bersyukur Tuhan tidak mengijinkan saya mengalami kehidupan yang terlalu datar dan tidak ada tantangan. Mungkin Dia tahu kalau saya orangnya butuh pengalaman unik agar bisa menjadi cerita ketika memangku cucu dan bercerita.Ups, masih berapa puluh tahun lagi itu?
Bersyukur setiap hari. Semoga saya tetap bisa konsisten untuk selalu menulis jurnal kecil di blog saya ini, sehingga ketika 10 tahun lagi saya membaca ulang momen 2021, saya akan tersenyum dan teringat semua momen bahagia, mungkin saya membaca ketika saya sedang depresi, dan hal hal kecil ini akan mengingatkan saya untuk mensyukuri hidup.
=======================================Fel's================================

No comments:
Post a Comment