( BEWARE : EXTREME METHODS )
Seperti kenapa sariawan sering diberi saran untuk diobati dengan garam atau lemon yang membuat luka semakin perih, tapi akhirnya malah menjadi cepat sembuh, saya ga mengira begitu juga dengan hati.
Like how we treat mouth ulcer with some lemon or salt and it make the wound hurts so much, I treated my heart wound with that methods. Kinda extreme, but it works.
Beberapa saat yang lalu saya mengalami patah hati yang cukup dalam, karena saya sudah percaya dan tulus, dan benar benar terlena dengan manis sifatnya dan janji serta pengharapannya. Sampai di suatu ketika dia memilih wanita lain, dan setelah itu baru semakin keluar semua kata kata dan sifat aslinya, seperti bukan orang yang dikenal. Seperti : Oh waw, jadi ini siapa? kemarin siapa? kenapa dia sampai tega untuk mengeluarkan kata kata itu?
I just get through deep heart break, because I already trust him so much, I so believe with his kindness, his nice talk, and his promise. At some point he choose another woman for replacing me in his heart. And he become totally different people that I can not recognize. Like, who the one i know? Why he have a heart to talk that rude to me? I am hurt so bad.
Mungkin cara saya lumayan ekstrim, karena jika menuruti orang di sekeliling saya bahwa saya tidak usah menghubungi dia lagi, dan biarkan saja dia, kamu bisa sembuh, dan kamu harus menunjukkan kalau kamu oke ke dia.
Maybe my action so extreme, because from my inner circle, they warn me not to text him anymore, and let him go. Get healed, and show to him that you are okay.
Tapi jiwa seorang Leo yang kepo ini tidak bisa ditahan. Ada banyak kata kata dan pertanyaan yang masih mengganjal. Walaupun dibilang sudah tidak apa apa, tapi seperti masih ada loh sebuah perasaan yang tersangkut, dan saya tidak nyaman. Mau cerita ke orang, tapi saya kenapa ga konfrontasi dengan pelakunya? jadi saya dengan bodohnya masih chat dan masih curhat ke dia. Dan setiap kali saya melanggar itu, saya akhirnya semakin merasa sembuh. Karena semakin logika yang sudah bekerja, dan dia juga mulai benar benar menunjukkan sifatnya yang sesungguhnya. Sampai di detik saya sendiri sadar. Dia bukan yang terbaik, dan saya bersyukur diberi jalan ini. Apa jadinya jika saya hidup dengan orang seperti itu? Apakah setelah saya mengorbankan semua kebahagiaan saya, dia benar bisa menggantikannya seperti yang dia bilang?
But my Leo self cannot handle that. So many words that I think I must express to him. Eventhough I said no problem and my heart is getting better, but there is some feeling that still hanging in my heart, I am uncomfortable. I want to share my story to my friends, but then I think that I must confront him. I foolishly text him and pour my heart content to him. Everytime I do it, somehow I am feel easier. When my logics works, not just my heart, and he slowly shows his true self. And in one moment I know, He is not the best for me, and I am blessed to given this hard road. How if I live with that person? I am throw my happiness for me, and can he replaced my happiness? I set my happiness for him, but I am pressed my heart.
Saya, kamu, dan kita adalah orang yang berharga. Masing masing kita sudah menghargai diri kita setinggi mungkin, dirawat dengan kasih oleh orangtua, mempunyai teman yang siap maju di garda terdepan. Kenapa mau untuk membuang semua yang kamu rasa berharga dan mengorbankan kebahagiaanmu? Kalau dia juga mencintaimu, dia tidak akan mau kamu mengorbankan apapun dalam hidup kamu, dia akan mencoba menurunkan egonya. Tidak akan membiarkan kamu berjuang sendirian dan dia hanya tinggal enak menunggu di atas sementara kamu berjuang mati-matian.
Me and you, we both precious. Each of us already appreciate ourself as high as we can, we are loved by our family, and have our friend in the first row. Why you throw your precious things, sacrifice your happiness? If he loves you, he doesn't want you to sacrifice anything in your life and try to press his ego. Never let you fight all alone.
Dibilang instan dan cepat, iya 7 hari itu rekor yang wow. Mungkin karena cara saya yang ekstrim dan selalu mengkonfrontasi langsung ke dia. Tau bakal sakit, tapi terabas terus mencoba. Atau mungkin karena saya sudah beberapa kali mengalami fase sedih sebelum ini bersamanya.
I know somewhat disbelief I recover in 7 days Maybe that because my extreme way. I know it hurts, but I try my best, try whatever I can. And maybe because I already get through the sadness way long before this time.
seperti menurut Healthline.com mengenai 5 tahapan kesedihan. Percaya tidak percaya, semua fase itu saya lewati setelah benar benar konfrontasi langsung ke dia. Kalau saya tahan dan tidak bertanya, tidak menyelesaikan hati saya, saya rasa tidak akan secepat ini.
There is 5 phase of sadness
1. Tahapan Denial (Penyangkalan)
Siapa yang tidak mungkin melewati tahapan ini, masih menyangkal kenapa dia tidak memilih saya, kenapa dia tidak mau mencoba. Masih syok dan bingung dengan keadaan. Dari yang biasanya seperti apa, kita kehilangan itu mendadak. Ini hal yang sangat wajar tentu.
Who does not get over this phase? Still deny why he didn't choose me, why he didn't even trying. Still shock and confused with the situation. From the routine, and we lost it in instance. This is normal.
Pada tahapan ini saya benar benar berpikir. Apakah karena covid? bagaimana seandainya kalau tidak ada covid? bagaimana seandainya saya ada pada saat dia berpikir sendirian? apakah ada kesempatan dia kembali lagi? Mungkin dia besok sadar dan akhirnya memilih saya lagi. Kemarin kan dia sayang, saya rasa dia masih sayang tapi hanya tersesat sebentar.
This stage, I have my thought. Maybe because of Covid? How if covid not exist? How if I was there when he thought and fight with himself? Is there any way to back? Maybe tomorrow he turn back to me and choose to fight for me. Yesterday he say he loved me, maybe he really loved me but just get lost awhile.
2. Tahapan Kemarahan (Anger)
Setelah kamu menyangkal, kamu merasa ada yang aneh. Cemas, frutasi, tidak terima, malu karena hubungan selesai, emosi yang tidak terlampiaskan, kenyataan yang sulit diterima.
After denial, you feel something wrong. Insecure, frustated, not accept the situation, feel ashamed when you don't finish your love, unvented emotion, hard to accept reality.
Pada tahapan ini saya marah, saya marah mengenai fakta fakta yang aneh. Saya marah ketika dia badmouth , marah karena dia bukan seperti orang yang saya kenal. marah kenapa dia membela orang yang baru dikenal 2 hari dibanding saya ?
In this stage, I am angry, I raged with some fishy facts lay ahead. I angry when he badmouthed me, angry because he totally different from who I know. Angry why he defend people who he known for 2 days rather me.
3. Tahap Penawaran (Bargaining)
Di tahapan ini ketika kita sempat tawar menawar dengan kehidupan, Bagaimana , Seandainya. Ketika kita seolah ingin memperbaiki hubungan yang sempat rusak. Berpikir bahwa kita bisa mencoba
This stage we try to bargain with life. How, If. When we try to fix this broken relationship. Think that we can try.
Tahap ini saya merasa kalau saya tunggu dia sampai suatu saat dan mereka tidak baik baik saja, apakah bisa nanti dia cari saya? Seandainya dia mau kembali, mungkin akan saya maafkan dan mau mencoba lagi.
In this stage I feel that if I wait him, and someday he will get back to me. If he back, I will open my arms for him
4. Tahapan Depresi (Depression)
Merasa putus asa, hampa, tidak tahu arah hidup. Merasa apa yang sudah selama ini kita pikir dirampas begitu saja. Susah melewati hari. Di saat ini, jangan ragu ulurkan tangan kamu ke orang yang kamu rasa nyaman dan aman. Keluarga, teman, bahkan psikolog. Jangan takut menangis. Keluarkan semua air mata kamu, Buang tuntas kekesalan dan segala yang mengganjal. Hujat bersama sahabat kamu.
Feel depressed, empty, not knowing where the direction of life. Feel what we thought for us deprived. Hard to passed the days. In this moment, don't be afraid to reach for your friends, family, even psycholog. Cry out your heart. Take out your angry.
Di tahap ini saya tidak bisa tidur sama sekali, tidak bisa makan. Nafsu makan tidak ada, bahkan akhirnya sampai maag. Semua yang dimakan, pasti keluar. Masuk angin. Sampai desperate. Aku gatau harus apa lagi, aku gatau harus ngapain
In this stage, even I can't sleep a blink, cannot eat. I lost my appetite, even get some bad stomach. I throw up, desperate. I don't even know what to do.
Iya wajar, tapi setelah itu bangkit yuk, karena tahap selanjutnya adalah
that is normal, just stand strong because the next stage is :
5. Penerimaan (Acceptance)
Di tahap ini kamu mulai menerima, dan kembali bisa menyayangi diri kamu sendiri. Masih kadang kadang sedih, wajar, yang kamu lalui bukan sebentar. Orang lain yang berkata kamu gaperlu pikirin, dll tidak usah didengar. Kamu wajar sedih, yang kamu alami nyata, mereka tidak tahu. Setelah kamu sudah bisa menerima bahwa kamu lebih bahagia dan bisa melepaskan dia. Dia bahkan tidak worth air mata kamu. Pakai waktu yang lebih, jangan ingat waktu yang sudah kamu buang karena dia, tapi ingat waktu yang nyaris kamu sia siakan untuk orang yang seperti itu. Tepuk bahumu, busungkan dada. Kamu pantas keluar lebih bangga jadi juara. Dia tidak akan menemukan orang yang lebih berharga dari kamu.
In this stage you already accept the reality. You can love yourself. Sometimes sad, it is normal, what you get through is not a short time. Other person said that you no need to think of him, no problem. You are who get through that, it is real, only you know that feeling. If you already accept that you are happier and can let him go. He is not worth your tears. Use your time, remember you almost waste your time for he who doesn't fight for you. Tap your shoulder, puff out your chest, you are the winner. He will not found people as precious as you.
Di tahap ini kita harus benar benar ikhlas, jangan menyalahkan diri, jangan menyalahkan keadaan, jangan pernah menjustifikasi dan mengira dia orang baik yang sebenarnya kamu inginkan. DIA. TIDAK. PANTAS. YEY . Mulai hidup dengan lebih rileks, gapai yang kemarin kamu tahan karena dia. Kumpul bersama teman, travel, shopping, olahraga.
IIn this stage we must really sincere, never blamed yourself, never blamed condition. Never justified him and say he is best man that you want. He, Don't, Deserve, You. Try relax, reach what you want to do and restrained because him. Get along with friend, travel, shopping, and work out
YOU ARE PRECIOUS
For some story to hear, I accept your story, just email me at halim_felicia@yahoo.co.id
====================================Fel's========================================

No comments:
Post a Comment